Dari Sumatra’s Westkust, 1912
Soenting Melajoe adalah surat kabar perempuan pertama di Indonesia yang menjadi jejak intelektual kaum perempuan, dan itu dimulai dari Sumatera Barat (Sumatra’s Westkust). Kaum perempuan saat itu tidak hanya muncul sebagai penulis atau jurnalis, tetapi juga editor, pengasuh rubrik, redaktur, dan bahkan pemilik media. Ada nama Roehana Koeddoes, Zoebeidah Ratna Djoewita, Rasoena Said, Rangkaja Ch. Sjamsoe, Saadah Alim, dan banyak lainnya.
Mereka membidani lahirnya beberapa surat kabar khusus perempuan yang didirikan para tokoh ‘padusi Minang’ pada masa prakemerdekaan di Sumatera Barat — dan terbukti berhasil menjadi pemantik kobaran semangat perubahan. Semangat ini juga menginisiasi perempuan-perempuan lainnya di Hindia-Belanda untuk sadar akan eksistensinya sebagai bagian dari kaum pergerakan yang berjuang demi Indonesia Merdeka.
Seabad berlalu. Media-media khusus perempuan hilang dari peredaran, suara perempuan pun redup. Hari ini, www.padusinews.id hadir menyuguhkan berita aktual, gagasan segar, dan mendalam agar jalan hidup menjadi lebih terang. Hadir dengan tagline: Tuntas di Hulu, Terang di Hilir. Selamat membaca. Salam, Kanti padusi.
Pedoman Media Siber & Kode Etik Jurnalistik
PadusiNews.id berkomitmen pada Kode Etik Jurnalistik dan Pedoman Pemberitaan Media Siber: verifikasi berlapis, hak jawab dan hak koreksi, serta perlindungan identitas sumber yang berisiko. Opini dipisahkan tegas dari berita, dan setiap artikel kesehatan melewati review tenaga medis.